(OPINI) Catatan penting perang berkepanjangan Israel-AS vs Iran (kaitannya dengan pasar modal)

Seperti biasa, saya akan mencoba menulis sesuatu yang barangkali tidak mudah ditemui di internet, yaitu opini pribadi saya. Kali ini saya akan menulis beberapa catatan penting yang mungkin akan mudah untuk diingat jika akan terjadi perang-perang berikutnya di masa mendatang. Langsung saja tanpa berpanjang kata, check it out!

1. Semua bermula dari energi

Beberapa perang yang terjadi belakangan ini semua bermula karena perebutan energi alias minyak bumi. Selalu negara timur tengah yang menjadi sasaran Amerika. Mengapa? Karena disana kaya akan minyak bumi. 

Pada beberapa tahun lalu, Amerika pernah menyerang Irak untuk mengambil minyak negara tersebut dengan dalih Irak memiliki senjata pemusnah massal, menyerang negara yang dipimpin Muammar khadafi (Libya), karena Libya bersikeras agar negara lain membeli minyak nya dengan emas, lalu Amerika juga membantu Israel memperluas wilayah nya di Palestina yang gumamku salah satunya adalah karena ingin membuat tandingan terusan suez dengan membuat sodetan juga di wilayah palestina, dan yang terakhir yang juga masih terjadi hingga sekarang adalah Amerika juga menyerang Iran yang diketahui merupakan salah satu negara dengan harga minyak bumi termurah di dunia.

Jadi tepat rasanya jika semua bermula dari energi. Keberadaan listrik, bahan bakar kendaraan, dan banyak lagi lainnya tentu membutuhkan energi, dan yang  paling mudah didapat salah satunya energi fosil, yaitu minyak bumi. Terus terang saja saya masih tidak peraya bahwa minyak bumi itu berasal dari fosil, alangkah banyak fosil masa lalu jika itu benar berasal dari fosil jutaan tahun lalu ya! Hhe..

Lalu, Mengapa timur tengah selalu menjadi sasaran Amerika untuk diserang? Menurut ku salah satunya adalah kontur tanah nya yang berupa gurun memudahkan mereka mengetahui posisi musuh, tidak ada tempat musuh bersembunyi disana selain bersembunyi dengan membuat bunker. 

Jika ditilik ke belakang Amerika bukanlah negara yang sangat hebat, mereka dulu di perang dunia I dan II tidak ikut perang, makanya negaranya aman-aman saja dan tidak terkena efek perang sehingga terlihat lebih maju dari negara yang ikut perang. Lalu Amerika juga kalah perang saat melawan Afghanistan dan Vietnam. 

Mereka (baca: Amerika) gila perang, selain karena ingin menguasai energi, negara ini juga terkenal sebagai penghasil senjata perang. Bagaimana senjata nya mau laku jika tidak ada perang? Hhe..

2. Perang akan lama dan tidak akan berpengaruh panjang pada pasar modal

Sesaat setelah perang (belajar dari perang rusia-ukraina), pasar saham seluruh dunia akan jatuh. Hal ini acap terjadi, manusia itu gampang panikan ditambah lagi ada bandar-bandar yang mengendalikan harga pasar, sehingga sering kali disaat awal-awal perang bermula, bisa dipastikan pasar saham akan ambruk sebentar.

Lalu, Bagaimana setelahnya? Setelahnya perang tersebut tidak akan berarti apa-apa selama perusahaan yang kau miliki sahamnya tidak kenapa-kenapa.

Harga saham di bursa memang terkadang tidak menggambarkan kondisi sebenarnya dari fundamental perusahaan, hal ini biasa terjadi karena adanya sentimen, jika terdapat sentimen negatif bisa dipastikan harga saham suatu perusahaan akan turun, namun sebaliknya jika terdaapat sentimen positif harga saham akan naik.

Tapi ada satu yang perlu digarisbawahi, ketika perusahaan untung, maka bisa dipastikan harga sahamnya akan naik. Peliharalah sebuah perusahaan yang dari tahun ke tahun persentase keuntungannya selalu meningkat. Bisa dipastikan harga saham perusahaan tersebut akan mengikuti ke arah positif jika persentase keuntungan perusahaan tersebut meningkat.

Selain itu pilihlah perusahaan yang punya fundamental bagus, ya salah satu nya bisa menghasilkan keuntungan yang selalu lebih besar dari tahun sebelumnya, punya nilai buku yang lebih besar daripada harga sahamnya saat ini, punya hutang yang kecil, serta dapat mengembalikan modal perusahaan dalam beberapa tahun saja (Price to Earning Ratio nya kecil). Ada banyak parameter fundamental perusahan bagus, yang saya sebutkan tadi hanya beberapa saja.

Jika terjadi perang dan harga saham terjun bebas di awal perang, itu adalah waktu dimana kau harus membeli saham. Belilah saat orang panik dan jual disaat semua orang merasa esok harga sahamnya akan naik lagi.

Satu lagi, jangan pernah membeli saham jika kau hanya ingin memegang nya selama kurang dari sepuluh tahun, sebab memiliki saham di jangka pendek hanya akan membuat mu rugi, menguntungkan bandar saja, atau bahkan hanya untung tipis saja.

3. Harga Saham energi pengganti akan meningkat tajam

 Ada banyak saham energi di pasar bursa, ada saham minyak bumi, saham batubara, saham nikel, saham CPO, dan masih banyak jenis saham energi lainnya. Beberapa tahun kebelakangan ini, amerika (negara jahat) fokus pada energi minyak bumi. Meskipun harga minyak bumi meningkat karena sulit didapatkan, namun percayalah itu tidak akan berpengaruh banyak pada harga saham minyak bumi. Mengapa demikian? Karena sulitnya minyak bumi didapatkan, maka bisa dipastikan perusahaan saham minyak bumi juga akan kesulitan membukukan keuntungan.

Lalu, Bagaimana sebaiknya? Cari saham energi lainnya. Indonesia sebenarnya hanya butuh minyak bumi untuk kendaraan dan industri yang menggunakan solar. Jika ada industri yang menggunakan listrik, sebagian besar listrik Indonesia disokong oleh PLTU yang notabene merupakan energi dari batubara.

Itulah Mengapa Indonesia tidak terlalu pusing akibat perang Israel vs Iran. Sebab untuk listrik sebagian besar listrik Indonesia adalah berasal dari batubara yang ada banyak di Indonesia. FYI, satu pulau Sumatera dan sebagian pulau jawa, energi listriknya berasal dari batubara PTBA yang ada di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
catatan penting perang berkepanjangan iran vs israel
peta timur tengah


Masih ingat Prabowo menguji coba jalan tol palembang - lampung sebagai landasan pesawat tempur? Itu bukan tanpa alasan, sebab Beliau juga ingin mengamankan Tanjung Enim yang notabene sumber energi listrik sumatera dan jawa. Lalu tahukah kamu bahwa di Baturaja juga terdapat tempat latihan tempur skala internasional? Itu juga bukan tanpa alasan, itu berguna untuk memobilisasi peralatan tempur jika sewaktu-waktu negara lain ingin menyerang PTBA. Sebenarnya informasi yang seperti ini adalah informasi yang biasa dicari intelijen, hhe..

4. Pemilik kebun dan daerah yang banyak sungai akan bertahan lebih lama

Tahukah Anda jika banyak penguasa dunia seperti Bill Gates, Jack Ma, Mark Zuckerberg belakangan ini banyak berinvestasi dengan memiliki kebun? Mereka sudah tahu jika terjadi peperangan manusia sebenarnya akan kembali ke hakikat sebenarnya seperti binatang yang hanya butuh kebutuhan primer saja yaitu makan dan minum.

Indonesia negara khatulistiwa yang mana dimanapun ditancap batang ubi diatas tanah maka seharusnya tongkat tersebut jadi ubi yang bisa dimakan. Jadi seharusnya jika terjadi perang lama, para pemilik kebunlah yang akan lebih survive.

Lalu selain makanan sebenarnya yang lebih penting adalah ketersediaan air tawar. Beruntunglah bagi kamu yang tinggal di daerah dekat air tawar. Daerah seperti Sumatera dan Kalimantan tentu akan lebih survive dibandingkan jawa jika kita mengukur dari ketersediaan makanan dan minuman.

Posting Komentar untuk "(OPINI) Catatan penting perang berkepanjangan Israel-AS vs Iran (kaitannya dengan pasar modal)"