Pengalaman sampai final lomba foto HIPA

Bagi Anda penggemar fotografi, kemungkinan besar tahu dengan lomba fotografi dengan hadiah terbesar di jagat raya saat ini? Ya benar, Hamdan International Photography Award (HIPA) merupakan lomba foto tingkat dunia dengan hadiah terbesar saat ini. Total hadiah lomba foto ini adalah $ 480.000 atau sekitar Rp 6,7 Miliar.

Kali ini saya akan berbagi pengalaman mengikuti lomba foto ini hingga foto saya masuk ke final stage (babak akhir lomba dalam penentuan pemenang lomba foto). Disini saya bukan bermaksud menyombongkan diri atas pencapaian ini, tapi saya ingin sharing pengalaman saya yang salah dalam memasukkan legal document yang menyebabkan hingga sekarang saya penasaran Apakah foto saya itu diikutkan di penjurian akhir atau tidak?

Rasa penasaran saya ini mungkin akan terjawab ketika nantinya HIPA mengeluarkan gallery foto nya yang akan memuat foto-foto yang masuk di final lomba foto ini.

1. Iseng-iseng berhadiah

Saya pribadi bukanlah seorang profesional di bidang fotografi. Saya hanyalah seorang hobbies di bidang ini. Saya gemar mengabadikan keadaan sekitar dalam sebuah foto dengan harapan dapat merekam kejadian masa lampau yang tak akan mungkin terulang lagi.

Selain merekam kejadian-kejadian tersebut, terkadang untuk menambah semangat memotret saya juga mengikutkan foto-foto yang saya jepret dalam lomba-lomba foto. Baik itu yang level instagram, daerah, nasional, maupun yang international seperti HIPA, Nikon Photo Contest, Sony World Photography Award dan masih banyak lagi.

Apakah saya sering juara? Jawabannya tidak. 95% lomba foto yang saya ikuti berakhir dengan kekalahan. Tapi tidak masalah, karena juga namanya iseng-iseng berhadiah. Jika Anda ikuti lomba itu maka akan ada dua kemungkinan yaitu menang atau kalah, namun jika Anda tidak mengikuti lomba itu maka sudah dapat dipastikan Anda akan kalah.

Nah, Januari 2021 kemarin saya mengirimkan foto saya di lomba foto HIPA yang tahun ini mengusung tema Humanity, sesuai dengan keadaan sekarang ini yang mana COVID-19 ini masih bertengger di dunia mulai dari tahun 2019 hingga saat detik saya membuat tulisan ini. Dipikirku sudah pasti akan ada banyak foto COVID-19 atau bahkan yang menjadi juara grand prize adalah foto tentang COVID-19. Benar saja, juara grand prize tahun ini adalah seorang dokter berkebangsaan Brazil bernama Ary Bassouss dengan fotonya yang berjudul "Duty".

2. Pengalaman pahit

Siapa yang tidak senang foto yang sudah diikutkan lomba ternyata diinfokan masuk ke final. Apalagi lomba ini sekelas HIPA, lomba foto yang bukan kaleng-kaleng. Tapi ada pengalaman pahit ku disini, yaitu aku salah mengisi legal document saat foto ku masuk di final yang sepertinya mengakibatkan fotoku dianulir di final.

Jadi urutan stage lomba foto HIPA ini adalah pertama foto akan lolos di babak pertama, lalu lolos babak kedua, lolos babak ketiga, dan akhirnya masuk final stage (babak keempat) yang merupakan babak terakhir sebelum foto-foto yang masuk final ini diumumkan menjadi juara nya.

Menurut pengalaman dari teman-teman yang pernah masuk final, jumlah foto yang masuk final ini ada sekitar 300 foto dan yang akan menjadi juara total ada 26 foto dari seluruh kategori yang tersedia. Jadi tidak sampai 10% foto yang akan menjadi pemenang, sisanya menjadi pecundang sepertiku. Tapi sudah masuk final HIPA saja sudah sesuatu yang waw...foto yang masuk di lomba foto HIPA ini setiap tahunnya ada ribuan bahkan dari info yang kudapat mencapai ratusan ribu foto, sehingga menjadi 300 besar saja sudah luar biasa toh.

Foto-foto yang masuk final ini nantinya akan dimasukkan ke gallery HIPA dan sebagian masuk ke dalam buku tahunan HIPA (hanya untuk foto yang menang dan yang meraih merit medal alias yang fotonya diumumkan di nominasi).

Selain masuk galeri HIPA, foto-foto ini juga berhak HIPA gunakan untuk berbagai keperluan lainnya (itu sudah menjadi syarat lomba foto diawal).
Mari kita masuk ke topik utama, yaitu kesalahan ku mengisi legal document. Diatas adalah contoh potongan legal document HIPA pada salah satu bagian form yang harus diisi. Dan aku salah mengisi pada kolom "Date" yang ku warnai hijau diatas. Saat itu aku mengisinya dengan tanggal lahir, sementara tanggal yang dimintakan adalah tanggal hari kapan kita menandatangani legal document ini.

HIPA memberikan batas waktu 2 minggu dalam mengisi legal document tersebut dari sejak tanggal HIPA memberikan email dengan lampiran legal tersebut. Saat itu HIPA memberikan pengumuman fotoku masuk final pada tanggal 22 April 2021 dengan tenggat waktu pengumpulan legal terakhir adalah pada tanggal 04 Mei 2021.

Diatas adalah isi email dari HIPA yang menginfokan bahwa foto Anda sudah memasuki tahap akhir penjurian. Anda diminta menyiapkan scan paspor yang masih valid hingga 6 bulan kedepan, mengisi legal document yang dilampirkan di email ini dan mengupload nya di akun hipa Anda, serta mengisi model release jika memang foto tersebut terdapat model nya.
Tidak perlu menunggu hingga dua minggu atau tanggal 04 Mei 2021 seperti yang telah ditetapkan HIPA, tepat 27 April 2021 atau seminggu setelah permintaan legal document, HIPA kembali memberi tahu bahwa legal document ku ditolak karena aku salah mengisi kolom date. Aku sudah mencoba memperbaiki legal document ku dan kembali mengupload yang baru, karena pikirku masih ada jangka waktu seminggu lagi sebelum 04 Mei 2021 dengan harapan legal document ku diterima.

Mengapa aku begitu mempermasalahkan legal document ini? toh fotoku sudah masuk final. Jawabannya adalah apabila legal document ini tidak berhasil diterima maka foto yang sudah masuk final tidak akan diikutkan di proses penjurian.
Baca sendiri screenshot diatas. "Kamu akan kehilangan kesempatan jika kamu gagal mengupload  documen yang dimintakan (legal document, paspor, dan model release jika ada) sebelum deadline yang dimintakan.

Jadi gaes, sebelum ikut lomba foto HIPA jangan lupa membuat paspor terlebih dahulu, daripada nanti sia-sia ketika foto sudah masuk final tapi Anda tidak punya paspor. Apa pentingnya paspor dalam lomba ini? Pemenang lomba ini akan diundang ke Dubai, Uni Emirate Arab untuk menghadiri pembagian hadiah.
Diatas adalah penampakan login hipa ku yang hingga batas akhir pengumpulan legal document tidak juga kunjung diapprove. Diatas terlihat statusnya masih pending approval. Aku sudah mencoba menghubungi panitia di email yang disediakan, namun tak kunjung direspon hingga penjurian selesai. Aku juga sudah mencoba menghubungi lewat instagram dan twitter, namun mimin hanya membalas untuk menghubungi customer service atau email panitia yang sudah disediakan.
Akhirnya pada tanggal 09 Juni 2021 panitia HIPA membalas email ku dan mengatakan bahwa mereka sudah meng approve legal document dan paspor ku, sehingga pada bagian login akun hipa ku sudah terdapat tanda centang hijau pertanda dokumen ku sudah diapprove. Aku merasa senang, tapi ya untuk apa juga, sebab proses penjurian sudah selesai dan masih menimbulkan tanda tanya buatku Apakah fotoku diikutkan di proses penjurian final atau tidak.
HIPA adalah lomba foto yang bonafit dan sangat disiplin. Juri yang dihadirkan HIPA juga bukanlah kaleng-kaleng, semuanya adalah profesional di bidang fotografi dan semuanya adalah fotografer top dunia. Jadikan pengalamanku ini sebagai pembelajaran bagi kita semua jadi jangan sampai adalagi case sepertiku ini. Pengalaman ini tidak hanya terjadi padaku, tapi juga banyak terjadi pada fotografer di belahan dunia lain, silahkan baca komentar yang ada di instagram saat teaser pengumuman pemenang HIPA Humanity akan segera diumumkan, disana terdapat banyak orang yang memiliki case hampir sama dengan ku.

Aku ingin suatu saat akan ada fotografer dari Indonesia yang bisa membawa pulang grand prize HIPA itu ke Indonesia. 

Oh iya satu lagi, aku sempat DM salah satu pemenang yang kebetulan dari Indonesia. Jadi jika Anda terpilih sebagai pemenang, sebelum pengumuman HIPA di instagram, akan ada tambahan email satu lagi yang berisi konfirmasi Apakah foto Anda original milik Anda sendiri? Apakah foto pernah memenangkan lomba foto di tempat lain mulai dari Januari 2021? dan sebagainya. Intinya walaupun HIPA tidak mengumumkan bahwa dia adalah pemenang, namun akan ada email konfirmasi ini. Jadi jika Anda nanti masuk final dan tidak ada email konfirmasi ini, maka bisa dipastikan Anda tidak juara, wkwkwk..

Satu lagi, jika foto Anda ada di pengumuman nominasi yang ada di instagram HIPA, itu juga artinya Anda tidak menang melainkan hanya mendapatkan merit medal (foto Anda masuk di buku tahunan HIPA) yang nantinya akan mendapatkan buku tahunan HIPA. Saya bisa ngomong begini karena ada satu teman saya yang mendapatkannya.

Mumpung masih ingat dan juga sempat merasakan atmosfer final itu sehingga aku mencari tahu banyak hal tentang HIPA, aku menggarisbawahi beberapa hal terkait Bagaimana foto-foto yang menang di HIPA dari tahun ke tahun:
  • Foto adalah isu-isu dunia
  • Foto bukan settingan, foto yang sangat sempurna hanya cocok diikutkan di lomba foto instagram HIPA
  • HIPA pernah tertipu dengan pemenang grand prize 2018-2019 saat tema HOPE, kala itu pemenangnya dari malaysia, ternyata foto itu adalah foto settingan yang mana itu adalah foto hunting bareng, kasus ini terbongkar oleh kawan-kawan pemenang sendiri. Menurutku karena dia pelit, wkwkwk...
  • HIPA lebih menekankan kepada cerita foto daripada viktorial foto itu sendiri
  • Juri HIPA dari berbagai macam genre, penting mempelajari genre foto si juri agar tahu foto mana yang harus dimasukkan
Sekian dulu share kali ini, semoga pengalaman sampai final lomba foto HIPA ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua dan tak ada maksud sombong dari penulis dalam menulis hal ini, melainkan penulis tidak ingin ada lagi pengalaman seperti ini di HIPA. Aku masih menunggu gallery HIPA keluar, jika fotoku ada berarti memang ikut penjurian namun tidak menang, jika tidak ada maka aku memang dianulir di babak final, hha...







 


Posting Komentar untuk "Pengalaman sampai final lomba foto HIPA"