Translate

Tanya jawab soal pancasila


Tanya jawab soal pancasila

Pancasila sebagai dasar negara

Setelah ditunda akibat pandemi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan untuk 

melanjutkan rencana tahapan pilkada yang tertunda. KPU telah menyusun jadwal ulang 

pelaksanaan semua tahapan yang tertunda. Pemungutan suara dijadwalkan akan 

dilaksanakan pada 9 Desember 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan. Jika jadi 

digelar, inilah pengalaman pertama KPU (dan bangsa Indonesia) menggelar pemilu di tengah bencana nonalam, yakni ancaman wabah korona.

Pertanyaan 

Berdasarkan hal tersebut, kemukakan bagaimana analisa saudara sebagai generasi muda, 

khususnya sebagai agen perubahan melihat kondisi tersebut diatas apabila dikaitkan dengan Pancasila sebagai dasar negara yang autentik termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, yang inti esensi nilai-nilai Pancasila tersebut, yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan sosial.

Jawab:

Di satu sisi kita sebagai rakyat harus menaati perintah pemerintah/Ulil Amri, tapi di sisi lain saya pribadi merasa alangkah eloknya Pemilukada tempo hari tidak dilaksanakan terlebih dahulu alis ditunda hingga wabah berakhir mengingat sudah terciptanya vaksin covid-19. Tapi mau bagaimana lagi Pemilukada adalah bagian dari politik yang ada di dalam pemerintahan itu sendiri, kita sebagai rakyat hanya bisa menerima saja dan mengikuti, tinggal kembali ke pribadi masing-masing saja, jika merasa mampu untuk menerapkan protokol kesehatan silahkan memilih, jika merasa belum sanggup golput tidak ada salahnya.

Implementasi pancasila

Pada bulan Agustus 2019 terjadi kerusahan di Manokwari. Sejumlah bangunan, rumah warga, hingga gedung DPRD Papua Barat dibakar. Massa juga memblokade ruas jalan utama di kota Manokwari. Kerusuhan berawal dari tindakan demonstrasi yang mengecam perlakuan aparat dan menuntut permintaan maaf perlakuan aparat dari sejumlah oknum di Jawa Timur terhadap mahasiswa Papua.dan masyarakat yang mengepung asrama Papua di Surabaya, Jawa Timur. Demonstrasi di Manokwari dipicu bentrokan antara mahasiswa Papua dan organisasi masyarakat di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). Bentrokan terjadi setelah ada kabar tentang mahasiswa Papua yang merusak dan membuang bendera Merah Putih ke selokan. Kabar yang beredardi grup-grup WhatsApp adalah foto oknum mahasiswa Papua diduga mematahkan tiang dan membuatng bendera merah putih. Berdasarkan pengakuan mahasiswa penghuni asrama tidak ada perusakan bendera merah putih oleh penghuni asrama tetapi opini menggiring mahasiswa Papua dituduh merusak bendera merah putih. Selain itu juga tersebar foto hoaks dan berita di media sosial tentang mahasiswa Papua yang tewas di Jawa Timur serta merendahkan mahasiswa Papua. Berita hoaks disebarkan oleh sekelompok orang yang memiliki kepentingan tertentu. Kerusuhan di Manokwari kemudian menjalar ke beberpa kota seperti Jayapura, Fakfak dan Timika. Unuk rasa di kota-kota tersebut juga berakhir dengan anarki dan perusakan fasilitas umum. Sejumlah aparat keamanan diturunkan untuk meredam aksi anarki. Selain itu dilakukan upaya negosiasi kepada massa untuk tidak melakukan aksi anarki. Pemerintah melibatkan tokoh masyarakat setempat, terutama kepala suku, untuk membantu meredam kerusuhan. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Daerah Jawa Timur, Papua dan Papua Barat berkoordinasi agar peristiwa ini tidak terulang kembali. Pemerintah Pusat juga 

mengapresiasi permintaan maaf terbuka dari Gubernur Jawa Timur kepada masyarakat 

Papua. Aparat keamanan juga telah menindak provokator yang menyebarkan berita hoaks.

Pertanyaan 

Berikan tanggapan saudara terhadap kondisi tersebut dikaitkan dengan implementasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama sila-sila yang terkandung 

dalam Pancasila.

Jawab:

Terkait kasus diatas, saya rasa tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila terutama sila ketiga yaitu persatuan Indonesia. Indonesia dibangun atas bhinneka tunggal Ika, kita semua bersaudara. Tak perlu lah berdebat bahkan bertikai antara bangsa sendiri. Saya rasa sebagian besar generasi muda jaman sekarang sudah pintar dan tak mudah untuk diadu domba seperti saat dahulu nenek moyang bangsa ini diadu domba Belanda sehingga bisa terjajah karena saling berperang akibat politik Devide et Impera Belanda dahulu.

Terkait media sosial saya rasa sudah saatnya pemerintah mengatur alat komunikasi yang satu ini. Kemudahan membuat akun palsu membuat orang dengan mudahnya menjelek-jelekkan orang lain di media sosial, menyebar berita hoaks dan sebagainya. Ada baiknya pemerintah membuat aturan media sosial atau pembuatan akun-akun di internet dengan terverifikasi KTP, saya rasa hal ini efektif karena orang tidak akan sembarangan membuat akun media sosial dan bisa menjaga perkataan serta tingkah laku di media sosial.

Budaya luar

Perkembangan teknologi informasi pada abad ke-21 ini telah membawa dampak yang besar di dalam kehidupan umat manusia, tidak terkecuali bagi masyarakat Indonesia. Sisi positifnya, teknologi informasi memberikan banyak kemudahan masyarakat di dalam mengakses informasi dari seluruh penjuru dunia secara realtime. Namun demikian, dari perspektif di bidang sosial budaya, fenomena tersebut bisa menjadi ancaman apabila tidak dapat dikelola dengan baik. Salah satu contoh nyatanya adalah masuknya pengaruh nilai-nilai budaya dari luar melalui berbagai macam media seni dan budaya. Kecenderungan generasi muda untuk meniru gaya hidup yang sedang tren di sosial media bisa menjadi salah satu bentuk acaman bagi eksistensi nilai-nilai serta nilai budaya lokal. Berdasarkan ilustrasi tersebut, jawablah pertanyaan berikut.

1. Kemukakan bagaimana pendapat Anda tentang masuknya berbagai nilai, seni, dan budaya yang berasal dari luar ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia di era informasi sekarang ini!

2. Berikan pendapat Anda tentang satu upaya yang dapat dilakukan agar akibat negatif dari 

masuknya unsur-unsur seni dan budaya dari luar tersebut tidak melemahkan Pancasila 

sebagai pandangan hidup bangsa!

Jawab:

A. Menurut pendapat saya mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan jaman yang ada jika kita tidak mau ketinggalan jaman, terkait masuknya nilai, seni, dan budaya luar ke Indonesia saya rasa sah-sah saja selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

B. Terkait cara mengatasi efek negatif teknologi informasi ini saya rasa perlu peran serta banyak pihak terutama dari sektor terkecil dalam masyarakat terlebih dahulu, yaitu keluarga. Manusia itu terbentuk karakter nya saat dia masih kecil hingga dia remaja saat mencari jati diri hingga tidak mengalami perubahan lagi di usia 40. Jadi sedari kecil lah Bagaimana orang tua mendidik anaknya, termasuk memberikan lingkungan terbaik untuk anak-anaknya, satu lagi yang paling penting dari segalanya, yaitu ajarkan dia agama dengan baik karena itu akan menjadi benteng saat dia nanti mulai tersesat dan bisa kembali ke jalan yang lurus.

Pelanggaran HAM

Hampir setiap hari, media massa baik elektronik maupun cetak menayangkan masalah 

pelanggaran hukum baik terkait dengan masalah penegakan hukum yang belum memenuhi 

rasa keadilan masyarakat maupun masalah pelanggaran HAM dan KKN. Berkaitan ilustrasi 

tersebut, jawablah pertanyaan berikut:

a. Temukan fakta yang terjadi saat ini terkait pelanggaran HAM di daerah sekitar Anda!

b. Berkaitan dengan hal diatas, kemukakan bagaimana Pancasila dapat dijadikan solusi 

permasalahan aktual bangsa.

Jawab:

A. Kebetulan di sekitar saya tidak ada kasus pelanggaran HAM, namun jika melihat yang ada di masyarakat ada banyak sekali kasus pelanggaran HAM, salah satunya adalah kekerasan dan pelecehan seksual pada wanita. Faktanya Mengapa hal tersebut sering terjadi di masyarakat terkadang tidak melulu karena kesalahan si pria, namun juga karena kesalahan si wanita. Sangat mudah sekali di jaman sekarang ini kita temui wanita yang berpakaian tapi seakan tidak, hal ini bisa saja memancing terjadinya kriminalitas sebab kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya namun juga karena ada kesempatan.

B. Bagaimana pancasila bisa jadi solusi atas kasus pelanggaran HAM tersebut? Sila pertama berbunyi ketuhanan yang maha esa. Jika Anda benar-benar menerapkan sila pertama tersebut rasanya akan mengurangi terjadinya pelanggaran HAM seperti pada poin A diatas. Di dalam agama Islam sudah diajarkan Bagaimana seorang wanita bersikap terhadap suaminya, Bagaiman Ia berpakaian, dan masih banyak lagi tata cara kehidupan bermasyarakat yang diajarkan kitab suci ini. Sudah sering kita melihat di video YouTube orang melakukan eksperimen tentang dua orang wanita yang satu berpakaian seksi dan satunya berpakaian islami, tidak perlu saya jelaskan pasti Anda sudah tahu bagaimana reaksi laki-laki melihat nya. Jadi saya rasa jika Anda menerapkan Pancasila dengan benar, itu akan membuat Anda terhindar dari kejahatan HAM.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tanya jawab soal pancasila"