rasio aktivitas dan rasio rentabilitas


Dalam melakukan analisis laporan keuangan, salah satunya bisa menggunakan teknik analisis rasio, salah duanya dengan menggunakan rasio aktivitas dan rasio rentabilitas. Biar tidak bingung, saya jelaskan terlebih dahulu bahwa kedua rasio ini merupakan turunan dari penggunaan income statement ratio/rasio rugi laba/operating ratio.

A. Rasio aktivitas (activity ratio)

1. Pengertian

rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memanfaatkan dana yang tersedia. Seberapa besar kemampuan perusahaan mengolah dana yang tersedia tercermin dari perputaran modal yang bisa dilakukan oleh perusahaan sehingga rasio aktivitas ini membandingkan antara penjualan dengan harta yang diinvestasikan.

2. Macam-macam rasio aktivitas

Macam-macam rasio aktivitas antara lain: total asset turnover, receivables turnover, average collection period, inventory turnover, dan average day's inventory.

a. Total asset turnover

caranya adalah dengan mengukur seberapa besar harta perusahaan yang digunakan untuk menghasilkan penjualan bersih. Rumusnya adalah sebagai berikut:
 
Total asset turnover= Total penjualan bersih/total harta
 
contoh: sebuah perusahaan memiliki penjualan bersih sebesar Rp 5.000.000,- dan memiliki aset sebesar Rp 2.500.000,-
 
Total asset turnover=5.000.000/2.500.000=2 kali.
 
Artinya dana yang ditanam dalam perusahaan tersebut berputar sebanyak 2 kali atau setiap harta yang digunakan dalam operasi perusahaan menghasilkan penjualan Rp 2,-. Semakin besar perputaran aset artinya pemakaian dana semakin efisien.

b. Receivables turnover

Menunjukkan kemampuan pengembalian piutang dalam periode tertentu dan mengembalikannya kedalam bentuk kas.
 
Receivable turnover= penjualan kredit/piutang rata-rata
 
Misalkan PT buayajalan memiliki penjualan kredit sebesar Rp 9.000.000,- dengan rata-rata piutang Rp 30.000,-, maka:
 
receivable turnoverr=9.000.000/30.000=300 kali
 
artinya dana yang tertanam dalam piutang selama tahun tersebut berputar sebanyak 300 kali. semakin tinggi receivable turnover maka semakin baik.

c. Average collection period

adalah perbandingan antara besarnya piutang dengan hasil penjualan per hari. Rasio ini mennjukkan seberapa lama dana perusahaan tertanam dalam bentuk piutang. Semakin kecil rasio ini maka artinya semakin kecil jumlah piutang, dan berarti semakin besar jumlah penjualan per hari nya. Artinya semakin banyak penjualan yang dilakukan secara tunai.
 
Average collection period= (piutang rata-rata x 365)/penjualan kredit.
 
contoh: sebuah perusahaan memiliki piutang rata-rata Rp 100.000. Kita asumsikan seluruh penjualan adalah penjualan kredit sebesar Rp 5.000.000,- maka:
 
Average collection period= (100.000 x 365)/5.000.000= 7,3 hari

d. Inventory turnover

merupakan perbandingan penjualan dengan persediaan. Inventory turnover menunjukkan berapa kali dana yang tertanam dalam persediaan berputar dalam suatu periode. Rumusnya adalah sebagai berikut:
 
Inventory turnover= Harga Pokok Penjualan/Rata-rata persediaan
 
Contoh: Perusahaan angin Ribut memiliki HPP Rp 10.000.000,- dan memiliki persediaan Rp 100.000, maka:
 
Inventory turnover=10.000.000/100.000= 100 kali
 
semakin besar nilai persediaan dan tidak diimbangi penjualan, menunjukkan perusahaan kesulitan melakukan penjualan.

e. Average day's inventory

atau dalam bahasa indonesia nya disebut juga persediaan rata-rata per hari digunakan untuk mengetahui berapa lama persediaan berada di dalam gudang. Rumus:
 
Persediaan rata-rata per hari= ((rata-rata persediaan x 365)/HPP)x1 hari
 
contoh: sebuah perusahaan memiliki rata-rata persediaan Rp 100.000,- dan memiliki HPP Rp 5.000.000, maka:
 
Persediaan rata-rata per hari=((100.000x365)/5.000.000)x1 hari=7,3 hari
 
artinya rata-rata persediaan tersimpan dalam gudang perusahaan tersebut selama 7,3 hari atau seminggu. Semakin lama persediaan berada didalam gudang, artinya perusahaan tersebut kesulitan melakukan penjualan.

B. Rasio Rentabilitas

1. Pengertian

Kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba disebut juga rentabilitas atau profitabilitas. Perusahaan dianggap bagus bukan karena besar kecilnya laba yang diperoleh, melainkan dari seberapa besar dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan laba tersebut. Jadi yang dinilai adalah rasio perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba dari dana yang tersedia.

2. Macam-macam rasio rentabilitas/profitabilitas

a. Rentabilitas ekonomis (rate of return on total asset)

adalah ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi dari investasi seluruh dana yang digunakan dalam perusahaan tersebut.

Rentabilitas ekonomi=(laba usaha/total harta)x100%

contoh: perusahaan buayajalan memiliki laba Rp 1.000.000,- dan total harta/aset Rp 5.000.000,- maka:

Rentabilitas ekonomi=(1.000.000/5.000.000)x100%=20%

artinya Rp 1,- yang diinvestasikan ke PT. buayajalan akan menghasilkan Rp 0,2 keuntungan kepada seluruh investor.

b. Rentabilitas modal sendiri (rate of return on net worth)

dapat diartikan kemampuan suatu perusahaan dengan modal sendiri dalam menghasilkan laba. Laba yang digunakan dalam rentabilitas modal sendiri ini adalah laba usaha - bunga atas modal asing - pajak.

Rentabilitas modal sendiri=(pendapatan setelah pajak/modal sendiri)x100%

kita misalkan PT A memiliki pendapatan setelah pajak Rp 2.000.000,- dan modal Rp 8.000.000,-, rasio nya adalah:

Rentabilitas modal sendiri=(2.000.000/8.000.000)x100% = 40%

artinya Rp 1,- yang diinvestasikan ke PT. A akan menghasilkan Rp 0,4 keuntungan kepada seluruh investor.

c. Gross profit margin, profit margin, dan net profit margin

Marjin laba kotor, margin laba, dan margin laba bersih. Ketiganya juga sering digunakan dalam analisis laporan keuangan menggunakan rasio. Hal yang membedakan ketiganya adalah elemen apa saja yang digunakan sebagai penghitung rasio. Perbedaan ketiganya dapat dilihat dalam formula berikut:
 
Gross Profit margin=((penjualan-HPP)/penjualan)x100%
 
Profit margin=(laba bersih operasi/penjualan bersih)x100%
 
Net profit margin=(laba bersih setelah pajak/penjualan bersih)x100%
 
silahkan buatkan contoh Anda sendiri, rumusnya tetap sama yaitu Rp 1,- yang menjadi investasi kita pada perusahaan tersebut akan menghasilkan berapa sesuai persentase profit yang didapat.

d. Rate of Return On Investment (ROI)

menunjukkan kemampuan dari modal investasi dalam menghasilkan keuntungan bersih. ROI ini juga sering digunakan para pemain saham untuk analisis fundamental saham Apakah investor akan membeli saham tersebut atau tidak.
 
ROI=(keuntungan bersih setelah pajak/total aktiva)x100%


 
 
 

Posting Komentar untuk "rasio aktivitas dan rasio rentabilitas"