poin-poin penting fotografi kehumasan


Kali ini saya akan sharing terkait poin-poin penting fotografi kehumasan. Sebagian kecil pekerjaan saya terpaut dengan hal tersebut, dan saya rasa tidak ada salahnya saya mengulas sedikit mengenai fotografi kehumasan sembari menjadi pengingat saya di kemudian hari.

1. Pengertian, tujuan, dan fungsi kehumasan

Humas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai singkatan dari Hubungan Masyarakat. Humas sendiri dapat diartikan sebagai proses komunikasi strategis yang dilakukan perusahaan, organisasi, dan individu untuk membangun hubungan baik dan saling menguntungkan dengan publik.

Tujuan dari humas sendiri tidak lain dan tidak bukan adalah menjaga nama baik perusahaan, organisasi atau individu dimana tempat humas itu sendiri bernaung.

Fungsi humas sendiri antara lain:
  • mengantisipasi, menganalisis, dan mengartikan sikap atau opini publik terhadap sesuatu hal di tempat humas bernaung serta menyusun strategi menggunakan media untuk memberikan pengaruh kepada publik
  • mendukung program baru yang dilakukan perusahaan/organisasi melalui berbagai promosi
  • menulis dan menyusun press release
  • membuat atau menyusun presentasi atau pidato perusahaan/organisasi
  • menulis/membuat konten di web atau media sosial resmi organisasi/perusahaan
  • menjembatani hubungan organisasi/perusahaan dengan publik
Setelah kita tahu pengertian, tujuan, dan fungsi kehumasan, lantas Apa itu fotografi kehumasan? Menurut saya fotografi kehumasan adalah genre fotografi dimana keduanya menggabungkan antara jurnalistik dan dokumenter yang fungsinya adalah menjaga nama baik perusahaan. Berbeda dengan fotografi jurnalistik yang sifatnya tidak memihak kepada salah satu subjek di beritanya (menginformasikan secara nyata apa yang terjadi), didalam fotografi kehumasan, Sang fotografer hanya berpihak kepada perusahaan/organisasi tempat humas berada yang harus dijaga nama baiknya.

2. EDFAT

Yang satu ini sudah sering sekali digaungkan oleh para penggiat fotografi dan perlu diketahui bahwa ini benar adanya. EDFAT merupakan singkatan dari Entire, Detail, Frame, Angle, Time. Mari kita bahas satu per satu.

  • Entire: artinya menyeluruh, foto yang dihasilkan oleh seorang fotografer humas haruslah menyeluruh, artinya menggambarkan seluruh suasana/kejadian

  • Detail: Foto yang disajikan harus detail, bukan hanya dalam artian kualitas foto yang bagus, namun lebih kepada mengambil ikon atau ciri khas dalam suatu kejadian dan tidak melewatkan satupun momen penting yang terjadi dalam suatu acara/kegiatan

  • Frame: Apa yang membedakan fotografer dengan bukan fotografer? Ya benar. Fotografer harus bisa membingkai sebuah foto dengan apik, jika fotonya biasa-biasa saja, berarti tidak ada bedanya si fotografer dengan orang awam yang asal jepret saja menggunakan smartphone yang mereka miliki

  • Angle: Ada banyak tipe angle, seperti high angle, low angle, frog eye, eye level dan lain sebagainya. Tidak semua angle harus ada, tapi siapkan angle-angle berbeda untuk tahu mana angle terbaik 

  • Time: Tidak hanya dalam fotografi kehumasan, waktu berperan sangat besar dalam fotografi, berbeda sepersekian detik saja maka momen nya sudah berbeda.

3. Militan

Mengapa seorang fotografer kehumasan harus militan? Jawabannya adalah agar dia bisa menangkap sebagian besar momen terutama yang penting dalam suatu kejadian. 

Sebenarnya militan ini tidak hanya berlaku pada fotografi kehumasan, seperti yang saya katakan diatas tadi bahwa fotografi kehumasan ini menggabungkan dua genre fotografi jurnalistik (berita) dengan dokumenter (dokumentasi kegiatan), pada dua genre ini seorang fotografer yang tidak gerak cepat (gercep) akan kehilangan banyak momentum.

4. Komunikasi

Komunikasi sangat penting bagi seorang fotografer, termasuk fotografer kehumasan. Fotografer yang tidak bisa komunikasi akan tidak mudah menjaga nama baik humas nya. Mengapa demikian? Sudah saya katakan tadi diatas, fotografi kehumasan tujuan utamanya adalah menjaga nama baik perusahaan/organisasi tempat ia bernaung, sehingga tidak ada salahnya mensettingan sebuah kejadian atau menghentikan sedikit momen agar didapat foto yang bagus dan indah.

Siapa orang selain tukang pangkas rambut yang bisa mengarahkan klien nya? Jawabannya salah satunya adalah fotografer. Tak jarang orang yang difoto si fotografer adalah orang yang punya jabatan tinggi, dan si fotografer berhak mengarahkan orang tersebut untuk menghasilkan foto terbaik.

5. Menguasai gear dengan baik

Dalam dunia fotografi ada banyak sekali gear atau peralatan yang digunakan, terutama kamera. si fotografer harus benar-benar paham cara mengoperasikan hal tersebut. Semua petunjuk penggunaan alat sudah tertera dalam manual book kamera atau peralatan fotografi.

Aku pribadi tidak berani menggunakan alat baru yang aku belum menguasai petunjuk penggunaannya, sebab peralatan fotografi biasanya berharga mahal, dan tidak lucu rasanya menjadi rusak karena kita tidak paham cara mengoperasikannya.

Disaat sekarang ini kita dipermudah dengan youtube dan mbah google, fotografer yang mau belajar bisa mencari banyak referensi disana. Maka tidak heran saat ini ada banyak sekali fotografer bermunculan, sebab sarana belajarnya sudah tersedia banyak sekali.

6. Mempersiapkan diri sebelum berangkat

Hal ini mutlak hukumnya dalam fotografi genre apapun, "Pergi tanpa persiapan, maka akan pulang dengan tangan kosong", rasanya kata-kata itu benar adanya. Dunia fotografi sangat cocok untuk melatih disiplin diri atau cocok dilakukan oleh orang-orang yang disiplin.

Boleh percaya atau tidak, sebagian besar fotografer yang hasil foto atau video nya bagus adalah orang yang disiplin. Disiplin mulai dalam waktu, disiplin belajar terus dan yang paling penting disiplin ngecas baterai kamera, wkwkwkwk...

Aku pribadi bisa dikatakan cukup disiplin, namun tetap saja sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Aku pernah kehabisan batere di momen yang aku sudah persiapkan sejak awal sehingga kehilangan momen, aku juga pernah ketinggalan memori card sehingga harus mampir dulu ke toko kamera untuk beli memori. 

Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum berangkat motret:

  • Fisik, fotografi terlihat mudah saja menurut orang-orang, tinggal jepret-jepret doang. Nah, untuk orang yang berkata seperti itu ada baiknya pinjamkan gear Anda dan suruh dia motret, dia akan tahu Bagaimana rasanya berlarian mengejar momentum. Selain itu peralatan fotografi itu sebagian berat-berat, memegang atau menggantungkannya di leher dalam waktu lama akan membuat badan terasa linu-linu juga, hhe...
  • Tahu harus motret apa, Didalam menghadiri sebuah acara si fotografer kehumasan harus sudah tahu akan memotret apa (ciri khas fotografi jurnalistik), seperti pejabat yang hadir, acara nya apa, dimana lokasinya, atau bahkan sampai searching di mbah google mengenai Bagaimana keadaan di lokasi. Ada sebuah anekdot dalam fotografi kehumasan yang aku dan kawan-kawan sering gaungkan, "kalo sudah motret pejabat tempat humas bernaung, berarti pemotretan selesai". Foto sang pejabat atau pemimpin tertinggi tempat humas bernaung adalah yang paling penting untuk difoto, percuma fotomu sebagus apapun jika itu bukan foto bos kita, wkwkwk...
  • Persiapkan gear dengan baik. Seperti yang sudah kukatakan diatas, gear yang akan digunakan harus sudah dipersiapkan dengan baik sebelum berangkat. Mulai dari batre, memori, lensa, bodi, flash (ini semua peralatan paling minim dalam fotografi kehumasan) harus sudah ready sebelum berangkat.

7. Editing, kualitas dan ukuran foto

Editing dalam fotografi kehumasan sebaiknya dibuat seminim mungkin, sebab seperti yang sudah dikatakan bahwa fotografi kehumasan masuk kedalam genre jurnalistik yang harus menginformasikan hal yang sebenarnya terjadi, maka editing dalam fotografi kehumasan tidak disarankan untuk berlebih yang akan merusak keaslian keadaan tempat sebenarnya.

Coba perhatikan koran kompas atau koran tempo atau koran-koran lainnya, si fotografer bukan tidak bisa melakukan editing seperti yang dihasilkan saat foto prewed atau wedding, namun hal itu akan merusak keaslian tempat sebenarnya. 

Berbicara mengenai ukuran foto ada banyak sekali jenis yang bisa dilakukan, seperti Large+Fine, small, medium dan sebagainya.

Aku pribadi lebih senang Large dan Fine, walau sebenarnya kurang efektif jika foto akan dibagikan melalui link google drive. Foto large kamera 24 megapixel (6.000 x 4.000) di 300 dpi dapat menghasilkan foto ukuran 20 x 13,3 inch atau sekitar 50 x 33,25 cm. Besar sekali bukan?

Sebenarnya kebanyakan wartawan berita menggunakan ukuran Small karena mereka tahu kebutuhan mereka yang untuk saat sekarang ini hanya untuk media online atau misalkan untuk koran untuk halaman headline sekalipun tidak lah butuh ukuran foto terlalu besar.

Namun seperti yang sudah dikatakan tadi, fotografi kehumasan ini mengabungkan jurnalistik dan dokumenter, sehingga tak jarang fotonya akan dicetak besar misalkan untuk promosi kantor untuk baliho dsb, sehingga saya biasa menggunakan ukuran Large + Fine.

8. Pengarsipan foto

Pengarsipan foto ini sangat penting. Percaya atau tidak fotografer kompas (ini kata om Arbain Rambey), sepulang motret harus memasukkan sendiri EXIF mengenai kejadian foto didalam fotonya masing-masing, hal ini berguna untuk apa? ketika dikemudian hari dibutuhkan, foto dapat disearching menggunakan kata kunci.

Apakah saya melakukan itu? jawabannya tidak, bukan tidak mau, tapi tidak sanggup, wkwkwk...

Saya pribadi mengarsipkan foto dalam harddisk dengan format YYMMDD(spasi)Judul kegiatan. Misalkan hari ini saya motret kedatangan Direktur Jenderal Pajak pada tanggal 10 Januari 2022, maka folder fotonya akan diberi judul "220110 Kedatangan dirjen pajak di palembang".

Mengapa seperti itu? jawabannya untuk mempermudah pengarsipan.

Saat sekarang ini sudah lebih mudah jika ingin pengarsipan portable, adalah menggunakan google drive. google menyediakan gratis drive 15GB. Silahkan edit foto Anda ke ukuran 3.000 x 2.000 pixel di 200 dpi di kualitas 10, itu akan membuat foto Anda kecil ukurannya, hanya sekitar kurang dari 1MB, sehingga Anda bisa menyimpan hingga sekitar 15.000 foto dalam satu google drive.

Apakah 3.000 x 2.000 pixel, 200 dpi di kualitas 10 itu cukup? Jawabannya iya. 3000 pixel di 200dpi sudah setara 15 inch, itu masih sangat besar dan dengan kualitas foto yang masih bagus untuk dicetak di halaman koran sekalipun.

9. Jangan lupa foto teman-teman kita

Ini yang paling penting, jangan terlewat foto-foto teman-teman kita, mulai dari panitia, peserta hingga team supporting. Orang-orang akan senang jika ada fotonya terpampang dalam suatu acara meskipun sebenarnya balik lagi seperti anekdot tadi, "sudah selesai foto pejabat/bos, berarti foto-foto selesai", wkwkwkw...

Posting Komentar untuk "poin-poin penting fotografi kehumasan"