berbagi pengalaman naik LRT Palembang

stasiun pasar 16 ilir 11 agustus 2018
gambar I. kereta LRT Palembang. sumber: pribadi
selamat datang di blog saya yang tidak seberapa ini netizen, kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai naik LRT Palembang. sebelum berbagi pengalaman mukadimah dulu mengenai Apa itu LRT. Kereta api ringan dikenal juga sebagai Light Rail Transit atau disingkat LRT adalah salah satu sistem Kereta Api Penumpang yang beroperasi di kawasan perkotaan yang konstruksinya ringan dan bisa berjalan bersama lalu lintas lain atau dalam lintasan khusus, disebut juga trem. LRT Palembang memiliki panjang rel 24,5 km mulai dari Bandara sampai Jakabaring. Jumlah LRT yang beroperasi sekarang sebanyak 8 trainset yang satu trainset terdiri dari tiga gerbong sehingga total terdapat 24 gerbong LRT di palembang. LRT sanggup mengangkut hingga 630 penumpang atau satu gerbong sebanyak 210 penumpang dalam sekali jalan. LRT Palembang merupakan produksi PT. INKA di madiun yang berarti produksi anak bangsa. LRT palembang digerakkan menggunakan motor listrik, ini artinya bergerak menggunakan tenaga listrik. LRT Palembang menggunakan rel dengan lebar 1.067 mm. LRT Palembang memiliki 13 stasiun mulai dari stasiun Bandara hingga stasiun DJKA di Jakabaring. mungkin ada yang bertanya beda LRT, MRT, dan KRL, Bedanya ada di gambar berikut:
beda LRT, MRT, KRL
gambar II. beda MRT, KRL, LRT. sumber: detik.com
ok skip mukadimahnya. jadi pada tanggal 11 Agustus 2018 saya mencoba naik LRT. saya berangkat dari rumah pukul 09.00 WIB, saya naik dari stasiun pasar 16 ilir, saya ingin mencoba naik LRT dari pasar 16 menuju Bandara Sulthan Mahmud Badaruddin II. Berikut adalah jadwal keberangkatan LRT Palembang:
jadwal keberangkatan LRT
gambar III. jadwal keberangkatan LRT. sumber: pribadi
oh iya, jadwal diatas adalah jadwal LRT yang baru 6 stasiun yang bisa digunakan dari 13 stasiun yang ada. sisanya akan beroperasi saat setelah Asian Games selesai. Jadi harga tiketnya kalo dari pasar 16 ke Bandara itu Rp 10.000,- kalo jarak dekat misal pasar 16 ke Palembang Icon harganya Rp 5.000,- (harga dapat berubah seiring perkembangan zaman). Kalo saya tidak salah pertama kali digunakan untuk umum adalah mulai tanggal 23 Juli 2018 kemarin.
tiket LRT
gambar IV. tiket LRT
diatas adalah gambar tiket LRT yang saya beli. jadi beli tiket nya di loket tiket yang ada si setiap stasiun. sebenarnya selain karcis ada juga yang pake kartu harganya kalo ga salah Rp 25.000,-. kartunya kayak kartu e-toll gitu bisa di top up, tapi berhubung saya cuma iseng aja naik LRT, jadi saya beli karcis aja. nah karcis ini nanti di scan di mesin scan sebelum masuk di ruang tunggu stasiun. awalnya saya ingin membeli tiket PP, tapi kata petugas nya ga boleh, "ntar beli lagi di stasiun tujuan pak!" gitu kata petugasnya. satu statiun memiliki dua peron, peron satu untuk tujuan stasiun akhir DJKA (Jakabaring) begitu sebaliknya.
peron I
gambar V. Peron I. sumber: pribadi
 Peron 1 berada di sisi kanan stasiun, intinya jalur LRT Palembang ini tidak seperti jalur jalan raya di Indonesia yang berada di sebelah kiri, tapi sebaliknya jalur kereta ringan ini berada di sebelah kanan.
peron II
gambar VI. peron II. sumber: pribadi

waktu saya masuk ruang tunggu stasiun pasar 16 ilir, tidak terlalu ramai penumpangnya. hanya segelintir orang iseng seperti saya yang ingin naik di hari sabtu pagi, karena kebanyakan orang naik di hari minggu, saran saya jangan naik LRT di hari minggu, karena biasanya bakalan rame banget, maklum lah orang Indonesia ketika melihat hal baru pasti buru-buru ingin mencoba. termasuk saya.
stasiun LRT pasar 16
gambar VII. stasiun terpadu Ampera. sumber: pribadi
terkait fasilitas, menurut saya LRT palembang sudah ok, toiletnya bersih, mushola nya bagus, ada lift, ada eskalator, ada APAR, tong sampahnya ada 3 biji satu tong, petunjuk-petunjuk juga banyak, satpam nya banyak, keretanya bersih, AC nya top cer, tersedia berbagai sarana untuk penyandang disabilitas, dan banyak lagi lainnya yang menurutku sudah OK.

telepon darurat
gambar VIII. telepon darurat di stasiun LRT. sumber: pribadi

menunggu LRT tiba
gambar IX. suasana menunggu LRT di stasiun pasar 16. sumber: pribadi

menunggu LRT tiba
gambar X. menunggu LRT tiba. sumber: pribadi

spanduk peringatan LRT
gambar XI. spanduk peringatan. sumber: pribadi
setelah menunggu kurang lebih 15 menit, kereta LRT pun tiba, ternyata keretanya sama aja kayak kereta pada umumnya, depan nya lucu menurutku, imut-imut.

naik LRT di stasiun pasar 16
gambar XII. naik LRT di stasiun pasar 16. sumber: pribadi
jadi satu kereta ini ada dua masinis nya, satu depan satu belakang. sebenarnya kereta ini full control dari Dipo nya di Jakabaring, tapi fungsi masinis disini untuk tetap menjaga fungsi manual siapa tau sistemnya error, misal di tikungan harus pelan ternyata kereta nyelonong aja ngebut, nah butuh masinis disini untuk ngerem, selain tugas buka tutup pintu kereta.
suasana di dalam LRT
gambar XIII. suasana di dalam LRT. sumbedr: pribadi
diatas adalah suasana didalam LRT, menurutku nyaman, AC nya dingin, petugasnya sigap. seingatku dari pasar 16 ke bandara naik LRT sekitar 30 menitan.

gambar XIV. papasan kereta di stasiun cinde. sumber: pribadi

hotel sanjaya dari LRT
gambar XV. hotel sanjaya dari kereta LRT. sumber: pribadi

Palembang Icon dari LRT
gambar XVI. Mall Palembang Icon dari LRT. sumber: pribadi
sepanjang perjalanan ke Bandara hingga sampai di bandara tidak ada kendala sama sekali. penderitaan baru dimulai ketika tiba di bandara.
ruang kemudi LRT palembang
gambar XVII. ruang kemudi LRT palembang. sumber: pribadi

ruang kemudi LRT Palembang
gambar XVIII. ruang kemudi LRT (2). sumber: pribadi

diatas adalah ruang kemudi LRT. yang saya foto ini gerbong belakang, jadi masinis yang sedang bekerja bukan yang disini, tapi yang di gerbong depan.

penumpang LRT stasiun bandara
gambar XIX. penumpang dari stasiun bandara. sumber: pribadi
nah, gambar diatas itu penumpang yang sudah menunggu untuk naik LRT dari stasiun bandara, rame banget. padahal hari ini sabtu.

menang banyak
gambar XX. menang banyak. sumber: pribadi
sesampainya di stasiun Bandara, ternyata antrean yang ingin membeli tiket LRT dari bandara ke palembang luar biasa banyak, antreannya panjang.
antre beli tiket LRT
gambar XXI. antre beli tiket LRT di stasiun bandara. sumber: pribadi
tu lihat antreannya, panjang banget, dan loket yang dibuka hanya dua loket dan memang cuma dua loket yang ada. dan perlu diketahui, ketika penumpang sudah dianggap cukup untuk naik LRT sekali perjalanan, maka loket ini akan ditutup sampai penumpang naik dulu ke LRT, baru loket dibuka lagi. sederhananya gini jadi antrean ini beli tiket untuk naik LRT pukul 12.00 WIB. saat ini difoto pada pukul 11.36 WIB. nah, setibanya LRT di stasiun bandara untuk keberangkatan pukul 12.00 WIB, maka penumpang yang udah beli tiket ini disuruh naik dulu ke LRT, setelah semua naik, baru loket karcis dibuka lagi untuk keberangkatan pukul 13.00 WIB. alasan yang jual karcis, kalo penjualan tiket kami buka terus, maka semua pada berebut naik, sementara LRT sudah penuh, jadi di tiket saat di scan tidak mengontrol jam tiket, selama tiket itu ada barcode nya, mau berangkat kapan aja boleh. solusinya adalah kita punya e-toll, atau e-money atau uang elektronik semacamnya, kita hanya perlu sekali verifikasi kartu kita, setelah itu untuk naik LRT hanya perlu tempelkan saja kartu kita di mesin scan, maka pintu akan terbuka. sedihnya saya setelah saya mengantre sepanjang ini, tiba giliran saya, petugas mengatakan tiket ditutup, buka lagi jam 13.00 WIB, daripada saya tegak sejam disini, saya memutuskan naik trans musi saja, kalo di jakarta busway.

naik trans musi
gambar XXII. naik trans musi. sumber: pribadi
trans musi ini untuk di Bandara Sulthan Mahmud Badaruddin II tersedia shuttle bus, jadwalnya mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. jalannya setiap sejam sekali, harga tiketnya Rp 5.000,- bisa jalan-jalan sepuasnya muterin kota palembang. saat itu sekitar pukul 11.50 WIB, perutku keroncongan, jadi aku beli pop mie di alfamart bandara dulu, sembari menunggu waktu sholat. aku sudah melihat ada trans musi yang sedang menunggu  penumpang, berhubung sudah dekat waktu sholat dzuhur, aku memutuskan untuk sholat dzuhur dulu aja, selesai sholat sekitar 12.36 WIB trans musi tadi sudah kabur dan aku harus menunggu keberangkatan pukul 13.00 WIB.

karcis trans musi
gambar XXIII. karcis trans musi. sumber: pribadi
nah jadi gini, shuttle bus bandara ini akan membawa kita untuk keluar dari bandara, nah nanti bis nya berhenti di halte soekarno hatta, nah di halte soekarno hatta ini kiata hanya perlu menunggu bus trans musi yang ke kota, waktu itu aku naik trans musi yang ada bacaan Opi Mall di depan nya sebagai tujuan akhir, sebenarnya bebas aja naik yang mana, karena semua bis trans musi bakal lewat kota.
trans musi tujuan bandara
gambar XXIV. trans musi tujuan bandara. sumber: pribadi
nah, halte itulah tempat aku menunggu bis trans musi menuju ke kota, gambar diatas adalah trans musi tujuan bandara. halte ini namanya halte soekarno hatta, karena memang berada di Jalan Soekarno Hatta. Ini pengalaman pertamaku naik trans musi di dalam kota palembang, sebab trans musi ada yang jarak jauh seperti palembang - prabumulih (Rp 15.000,-) palembang - Kayu Agung (Rp 10.000,-) Palembang -Tanjung Enim (Rp 40.000,-) dan aku sudah pernah naik yang Palembang - Tanjung Enim sebelumnya.
susunan kursi trans musi
gambar XXV. susunan kursi trans musi dalam kota. sumber: pribadi
nah diatas adalah susunan kursi trans musi dalam kota, untuk luar kota, susunan kursinya beda, susunan kursinya mirip dengan kursi bus pariwisata. di perjalanan, trans musi berhenti di setiap halte, tetapi kesialan berikutnya dimulai, ternyata trans musi yang kunaiki tidak berhenti di terminal pasar 16, sementara motorku aku parkir di pasar 16 saat aku naik LRT tadi, jadi aku terpaksa berhenti di Halte Polresta Jakabaring, oh iya lupa, di setiap stasiun LRT sepertinya sudah disediakan kantong parkir, jadi kalo mau naik LRT, motornya bisa diparkir dekat stasiun.

naik grab bike
gambar XXVI. aku naik grab bike. sumber: pribadi
dan akhir cerita aku naik grab bike dari polresta Jakabaring menuju pasar 16, ongkosnya Rp 10.000,-. itulah akhir perjalanan ku menggunakan transportasi umum LRT. aku berangkat dari rumah pukul 09.00 WIB dan sampai kembali di rumah pukul 15.00 WIB. lumayan jadi pengalaman.
baiklah ini hanya share pengalaman saja, tidak bermaksud apa-apa. yang saya ceritakan adalah fakta tanpa dibuat-buat. jika ada pihak yang kurang berkenan dengan tulisan ini, mohon kiranya di maafkan. semoga bermanfaat!




























1 Response to "berbagi pengalaman naik LRT Palembang"

Post a Comment

memotret menggunakan flash

Memotret menggunakan flash eksternal. Sumber: pribadi kali ini saya akan berbagi mengenai cara memotret menggunakan flash, flash yang di...